Pengertian Sistem Informasi Geografis (SIG)

Pokok Bahasan:

  1. Definisi
  2. Ruang Lingkup
  3. Visualisasi
  4. Komponen
  5. Cara Kerja

1. Definisi

  • Data, merupakan bahasa, matematika, dan simbol-simbol pengganti lain yang disepakati dalam menggambarkan objek, manusia, peristiwa, aktivitas, konsep dan objek-objek penting lainnya.
  • Informasi, data yang ditempatkan dalam konteks yang penuh arti oleh penerimanya.
  • Informasi Geografis, Informasi mengenai posisi dan letak obyek beserta atributnya yang terdapat di permukaan bumi.
  • Sistem, Merupakan sekumpulan ide yang berhubungan satu dengan lainnya namun mempunyai tujuan dan sasaran yang sama.
  • Sistem Informasi, Suatu sistem yang terpadu untuk manyajikan informasi guna mendukung fungsi operasi, manajemen dan pengambilan keputusan dalam organisasi.

Sistem Informasi Geografis (SIG), merupakan gabungan dari tiga unsur pokok : sistem, informasi, dan geografis. SIG merupakan salah satu sistem informasi, seperti yang telah dibahas, dengan tambahan unsur “Geografis”. SIG merupakan suatu sistem yang menekankan pada unsur “informasi geografis”. SIG merupakan suatu bidang kajian ilmu dan teknologi yang relatif baru, digunakan oleh berbagai bidang disiplin ilmu, dan berkembang dengan cepat. Definisi SIG selalu berkembang, bertambah, dan bervariasi.

2. Ruang Lingkup

  • Transformasi Data, Tipe data yang digunakan dalam SIG mungkin perlu ditransformasi atau dimanipulasi dengan beberapa cara agar sesuaidengan sistem.
  • Editing, Tahapan ini merupakan tahapan koreksi dari proses digitasi. Editing juga dapat dilakukan untuk menambahkan arcsecara manual seperti membuat polygon, line maupun point.
  • Manajemen Data, pengelolaan data-data deskriptif pada peta yang bersangkutan dan attributing.
  • Query dan Analisis, Query pada SIG merupakan proses analisis tetapi dilakukan secara proses tabuler. Secara fundamental Analisis pada SIG menggunakan analisis spasial.

SIG memiliki banyak kelebihan dalam analisis spasial, tetapi dua hal yang paling penting yaitu:

  • Analisis Proximity, merupakan analisis geografi yang berbasis pada jarak antar layer dengan menggunakan proses buffering untuk menentukan dekatnya hubungan antar sifat bagian yang ada,
  • Analisis Overlay, proses integrasi data dari lapisan layer-layer yang berbeda. operasi ini secara analisa membutuhkan lebih dari satu layer, untuk dijoin secara fisik.

3. Visualisasi

4. Komponen

  • Perangkat lunak, SIG juga merupakan sistem perangkat lunak yang tersusun secara modular dimana basis data memegang peranan kunci.
  • Data dan informasi geografi, SIG dapat mengumpulkan dan menyimpan data serta informasi yang diperlukan baik secara tidak langsung maupun secara langsung.
  • Metode, manajemen atau susunan kemampuan keahlian pengelola SIG biasanya menyebar dari grup yang mengelola hal-hal berkait dengan manajemen dan yang berkaitan dengan teknis.
  • Orang, bisa jadi sebagai murni pengguna atau ahli dibalik teknologi yang digunakan.

5. Cara Kerja

  • Peta merupakan gambaran dua dimensi dari dunia nyata, objek-objek yang direpresentasikan di atas peta disebut unsur peta atau map features.

Berikut contoh relasi unsur-unsur dalam peta:

  • Suatu Mall terletak di dalam wilayah kecamatan tertentu.
  • Jembatan melintas di atas sungai
  • Taman yang berada di dalam suatu kawasan industri.

Peta menggunakan titik, garis, dan poligon dalam merepresentasikan objek-objek dunia nyata. Contoh:

  • Sungai ditampilkan sebagai poligon
  • Jalan bebas hambatan digambarkan sebagai garis-garis
  • Luasan lahan digambarkan sebagai poligon.

Peta menggunakan simbol-simbol grafis dan warna untuk membantu dalam mengidentifikasi unsur-unsurnya. Berikut ini deskripsinya:

  • Pemukiman diwarnai merah
  • Hutan diwarnai dengan hijau tua
  • Perkebunan diwarnai dengan hijau muda
  • Daerah irigasi teknis ditandai dengan putih garis-garis biru
  • Jalan bebas hambatan berwarna merah
  • Jalan yang lebih kecil digambarkan dengan garis-garis tipis
  • Bangunan digambarkan sebagai poligon.

Skala peta menentukan ukuran dan bentuk representasi unsur-unsurnya. Makin meningkat skala peta, makin besar ukuran unsur-unsurnya, sebagai contoh berikut ini:

  • Pada skala 1:250.000, suatu kota akan direpresentasikan sebagai titik, sementara jalan dan sungai direpresentasikan sebagai garis-garis
  • Pada Skala 1:25.000, suatu kota akan direpresentasikan sebagai poligon, sementara jalan dan sungai dapat direpresentasikan sebagai garis-garis atau poligon.

SIG menyimpan semua informasi deskriptif unsur-unsurnya sebagai atribut-atribut didalam basisdata. SIG membentuk dan menyimpannya di dalam tabel (relasional). SIG menghubungkan unsur-unsur diatas dengan tabel yang bersangkutan.

Contoh, mencari rute terpendek yang menghubungkan hotel M dan Hotel K, dapat dilakukan langkah-langkah sebagai berikut:

  • mencari berbagai kombinasi jalan-jalan (segmen) yang menghubungkan kedua hotel tersebut
  • menghitung jarak masing-masing segmen jalan dan akumulasinya
  • memilih rute terpendek yang dihasilkan dari kombinasi-kombinasi jalan.

Kesimpulan

  • Sungai bangunan jalan, laut batas-batas administrasi,perkebunan dan hutan merupakan contoh-contoh layer.
  • Kumpulan dari layer-layer ini akan membentuk basisdata SIG.

Sumber

Bundet is a reflection of failure in managing ideas and mixing them to put an end to brain noise — we’re here bit.ly/satanic-issue

Bundet is a reflection of failure in managing ideas and mixing them to put an end to brain noise — we’re here bit.ly/satanic-issue